Sidoarjo, Ranting NU Kebonsari – Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Kebonsari, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo, menggelar rapat persiapan Panitia Musyawarah Ranting Nahdlatul Ulama (Musran NU) Masa Khidmat 2021–2026 di serambi Masjid Al Mubarak, Jumat malam (24/7/2026). Rapat ini menjadi langkah awal untuk memastikan seluruh tahapan Musran berjalan tertib, demokratis, dan sesuai ketentuan organisasi.
Kegiatan yang dimulai pukul 19.30 WIB tersebut dibuka oleh Sekretaris PRNU Kebonsari, Ustadz Arif Bachtiyar, kemudian dipimpin oleh Ketua Panitia Musran NU Kebonsari, H. Nur Salim.

Dalam sambutan Ketua Ranting NU Kebonsari Ustadz Achmad Munir menyampaikan, “Kami berharap agar semua panitia MUSRAN bekerja sesuai tugasnya masing-masing, acaranya berjalan lancar dan sukses, membuahkan hasil yang terbaik bagi organisasi Ranting NU Kebonsari”.
Dalam arahannya, Ustadz Arif Bachtiyar menegaskan bahwa laporan pertanggungjawaban (LPJ) dari Pengurus Ranting, lembaga, dan badan otonom merupakan salah satu dokumen penting dalam pelaksanaan Musran.
«“Batas akhir pengumpulan laporan pertanggungjawaban Ranting NU, lembaga, dan badan otonom adalah tanggal 2 Agustus 2026. Laporan ini penting sebagai bahan evaluasi kinerja Pengurus Ranting NU selama Masa Khidmat 2021–2026,” ujarnya.»

Sementara itu, Ketua Panitia Musran, Aba Nur Salim, memaparkan secara rinci tugas dan tanggung jawab setiap unsur kepanitiaan agar seluruh panitia memahami peran masing-masing dalam menyukseskan Musyawarah Ranting.
Ia menjelaskan bahwa Steering Committee (SC) atau Panitia Pengarah memiliki tanggung jawab mengawal substansi musyawarah. SC bertugas menyusun konsep dan tata tertib persidangan, menyiapkan materi sidang, mengarahkan jalannya persidangan, mengawal proses pemilihan pengurus, memberikan pertimbangan organisasi, hingga memastikan seluruh keputusan Musran disusun sesuai Anggaran Dasar (AD), Anggaran Rumah Tangga (ART), Peraturan Perkumpulan Nahdlatul Ulama (Perkum NU), dan Tata Tertib Musyawarah.

Adapun Organizing Committee (OC) atau Panitia Pelaksana bertanggung jawab terhadap seluruh aspek teknis penyelenggaraan Musran. Mulai dari penyusunan rencana kegiatan, administrasi, koordinasi kepanitiaan, pengelolaan keuangan, pelayanan peserta, hingga evaluasi dan penyusunan laporan kegiatan.

Dalam kesempatan tersebut, Aba Nur Salim juga memberikan pembekalan kepada seluruh seksi kepanitiaan agar memahami tugas pokok dan fungsinya.

Seksi Acara bertugas menyusun rundown kegiatan, mengatur jadwal setiap sesi, berkoordinasi dengan pimpinan sidang dan moderator, serta memastikan seluruh rangkaian Musran berlangsung tertib dan tepat waktu.

Seksi Konsumsi bertanggung jawab merencanakan kebutuhan makanan dan minuman, mengatur distribusi konsumsi, serta memastikan pelayanan kepada peserta, tamu undangan, dan panitia berjalan baik selama kegiatan berlangsung.

Seksi Perlengkapan diberi tanggung jawab menyiapkan seluruh sarana dan prasarana, mulai dari ruang sidang, meja kursi, sound system, LCD, backdrop, hingga perlengkapan pendukung lainnya agar seluruh kebutuhan teknis terpenuhi.

Sementara itu, Seksi Publikasi, Dekorasi, dan Dokumentasi bertugas menyebarluaskan informasi kegiatan melalui berbagai media, menata dekorasi lokasi musyawarah, serta mendokumentasikan seluruh rangkaian kegiatan sebagai arsip organisasi dan bahan publikasi.

Untuk pelayanan peserta, Seksi Terima Tamu bertugas menyambut, melayani, mengarahkan tamu undangan dan peserta, mengelola registrasi, serta memastikan seluruh tamu memperoleh pelayanan yang ramah dan tertib.

Sedangkan Seksi Keamanan bertanggung jawab menjaga keamanan dan ketertiban selama Musran berlangsung, mengatur akses keluar-masuk peserta, pengamanan area sidang, parkir kendaraan, hingga mengantisipasi berbagai potensi gangguan agar kegiatan berlangsung aman dan kondusif.

Aba Nur Salim menegaskan bahwa keberhasilan Musyawarah Ranting tidak hanya ditentukan oleh jalannya persidangan, tetapi juga oleh kekompakan seluruh panitia dalam menjalankan tugasnya masing-masing.
“Steering Committee dan Organizing Committee harus bekerja secara sinergis. Demikian pula seluruh seksi kepanitiaan harus saling mendukung agar Musran berjalan lancar, tertib, demokratis, serta menghasilkan keputusan organisasi yang berkualitas,” tegasnya.

Rapat persiapan tersebut dihadiri oleh jajaran Syuriyah, Tanfidziyah, pengurus lembaga, serta perwakilan badan otonom Ranting NU Kebonsari.
Setelah berlangsung sekitar satu setengah jam, rapat berakhir pukul 21.00 WIB dan ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Katib Syuriyah PRNU Kebonsari Aba Sardjono, sebagai ikhtiar memohon kelancaran dan keberkahan pelaksanaan Musyawarah Ranting Nahdlatul Ulama Kebonsari. (Nur Salim)















