Candi, 13 Juli 2026 – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Candi menggelar Rapat Konsolidasi Pengurus Masa Khidmat 2026–2031 dengan mengusung tema “Melangkah Bersama Untuk Memajukan Peradaban”. Kegiatan dilaksanakan pada Senin malam, 13 Juli 2026, pukul 20.00–22.00 WIB, bertempat di Aula Gedung Kantor MWCNU Candi. Rapat dihadiri oleh seluruh Pengurus Harian MWCNU Candi beserta Pengurus Lembaga MWCNU Candi sebagai langkah awal memperkuat sinergi kepengurusan dalam menjalankan amanah organisasi selama lima tahun ke depan.

Acara dipandu oleh H. Muhammad Anas Fachrudin, Wakil Ketua III MWCNU Candi, yang bertindak sebagai pembawa acara.
Mengawali kegiatan, Rais Syuriah MWCNU Candi, KH. Imam Sulthoni, menyampaikan sambutan pembuka yang penuh optimisme. Beliau mengajak seluruh pengurus untuk membangun semangat baru dalam mengemban amanah organisasi.
“Pengurus baru semangat baru, semoga ke depan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Candi semakin maju mengikuti perkembangan zaman,” tuturnya.

Selanjutnya, Wakil Ketua I, H. Ainur Rofiq, selaku panitia Musyawarah Kerja (Musker), menyampaikan bahwa Musyawarah Kerja ke-I MWCNU Candi akan dilaksanakan pada Sabtu–Ahad, 25–26 Juli 2026, bertempat di Hotel New Star Trawas. Musker tersebut akan diikuti oleh seluruh Pengurus MWCNU Candi, Lembaga NU, Ranting NU, serta mengundang Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sidoarjo, Badan Otonom, dan tamu kehormatan.

Untuk mendukung kelancaran kegiatan, panitia memperkirakan kebutuhan sekitar kurang lebih 15 kendaraan, masing-masing berkapasitas delapan peserta dengan bantuan transportasi sebesar Rp200.000 per kendaraan. Pendataan peserta akan segera dilakukan guna menyesuaikan kebutuhan kamar dan akomodasi. Ia juga menegaskan bahwa seluruh lembaga diminta segera melengkapi susunan kepengurusan sesuai arahan Pengurus MWCNU Candi dan PCNU Sidoarjo sebelum pelaksanaan Musker.

Dalam sambutannya, Ketua Tanfidziah MWCNU Candi, H. Mohammad Arwani Muslich, menegaskan bahwa struktur kepengurusan yang telah terbentuk telah disusun dengan pembagian tugas dan kewenangan yang jelas di antara pengurus harian. Ia mengajak seluruh pengurus untuk menjalankan program kerja secara realistis, inovatif, dan kolaboratif, sesuai amanah hasil Konferensi MWCNU Candi yang telah dilaksanakan sebelumnya.
Pembagian koordinasi lembaga ditetapkan sebagai berikut:
- Wakil Ketua I : H. Ainur Rofiq membawahi LP Ma’arif NU, RMI NU, dan LESBUMI NU.
- Wakil Ketua II : H. Achmad Wahid Efendi membawahi LAZISNU, LBM NU, dan LTN NU.
- Wakil Ketua III : H. Muhammad Anas Fachrudin membawahi LDNU, LTMNU, dan LKKNU.
- Wakil Ketua IV : H. Siaman membawahi LWPNU, LPNU, dan LPPNU.
- Wakil Ketua V : H. Lukman Hakim membawahi LKNU, LPBI NU, dan LAKPESDAM NU.

Pada kesempatan tersebut juga disampaikan bahwa MWCNU Candi memperoleh dana hibah dari Pemerintah Kabupaten Sidoarjo sebesar Rp100 juta. Setelah dipotong pajak PPN dan PPh, dana yang diterima bersih sebesar Rp89 juta. Dana tersebut akan dimanfaatkan untuk pengadaan alat tulis kantor dan sarana penunjang organisasi, di antaranya televisi 85 inci sebagai layar rapat, dua unit AC, satu unit laptop, beberapa lemari besi anti rayap, serta berbagai kebutuhan operasional lainnya, termasuk mendukung pelaksanaan Musyawarah Kerja ke-I MWCNU Candi.

Dalam sesi diskusi, peserta rapat memberikan sejumlah masukan strategis. Salah satunya adalah perlunya memperkuat keberadaan Badan Otonom di lingkungan MWCNU Candi, antara lain Jam’iyyah Ahlith Thariqah al-Mu’tabarah an-Nahdliyyah (JATMAN) dan SARBUMUSI, di samping badan otonom yang telah aktif seperti IPNU, IPPNU, GP Ansor, Fatayat NU, Muslimat NU, Pagar Nusa, JQH NU, ISNU, PERGUNU, dan ISHARI NU.
Rapat juga membahas sejumlah rencana strategis organisasi pada tahun 2026. Di antaranya pembentukan Baitul Maal wat Tamwil (BMT NU) di bawah koordinasi LPNU sebagai upaya memperkuat kemandirian ekonomi organisasi. Selain itu, legalitas Mobil Ambulans LKNU akan segera diurus agar selain melayani pasien juga dapat digunakan untuk pelayanan pengantaran jenazah.
Penguatan program-program tersebut direncanakan didukung oleh pendapatan dari kerja sama penyewaan tanah dan bangunan di belakang Gedung MWCNU Candi kepada provider telekomunikasi untuk pembangunan menara pemancar (tower) dengan nilai sekitar Rp200 juta, di samping sumber-sumber pendapatan organisasi lainnya.

Program berikutnya yang menjadi perhatian adalah penataan ruang sekretariat bagi Badan Otonom dan Lembaga, termasuk penyediaan ruang pelayanan klinik kesehatan. Lokasi klinik masih dikaji apakah akan dipusatkan di Gedung MWCNU Candi atau ditempatkan di lokasi terpisah agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal.
Sebagai bentuk penguatan disiplin organisasi, Ketua Tanfidziah melakukan absensi terhadap seluruh Pengurus Harian MWCNU Candi dan pengurus lembaga. Setiap ketidakhadiran diminta disertai alasan yang jelas. Seluruh pengurus diharapkan memiliki komitmen tinggi dalam menghadiri setiap rapat dan tidak sampai tiga kali berturut-turut tanpa kehadiran.

Dalam arahannya, Mustasyar MWCNU Candi, H. Isa Hasanuddin, menegaskan pentingnya penyusunan dan penerapan Job Description (deskripsi pekerjaan) yang jelas bagi setiap unsur Syuriah maupun Tanfidziah. Menurutnya, setiap pengurus harus mampu mengoordinasikan lembaga, badan otonom, serta ranting sesuai bidang tugasnya sehingga tercipta ekosistem organisasi yang berjalan efektif dan berkelanjutan.
“Harus ada Job Description (deskripsi pekerjaan) dari masing-masing Syuriah dan Tanfidziah yang jelas dan betul-betul diterapkan di lapangan. Pastikan setiap lembaga memiliki kegiatan yang terus berjalan secara berkelanjutan dan lakukan monitoring terhadap seluruh aktivitas di setiap Ranting Nahdlatul Ulama.”
Beliau juga menyampaikan apresiasi terhadap komposisi kepengurusan MWCNU Candi yang dinilai lebih inklusif.
“Saya melihat pengurus MWCNU Candi saat ini sudah melibatkan unsur keterwakilan perempuan dan banyak didominasi oleh kader-kader muda yang memiliki semangat juang tinggi. Harapannya, kepengurusan ini mampu membawa perubahan yang signifikan dan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh umat, khususnya warga Nahdlatul Ulama.”

Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa yang dipimpin oleh H. M. Syaifulloh, Wakil Rais V MWCNU Candi. Tepat pukul 22.00 WIB, rapat konsolidasi resmi ditutup dengan semangat kebersamaan, memperkuat sinergi seluruh pengurus untuk mewujudkan MWCNU Candi yang semakin profesional, mandiri, inovatif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan organisasi, kemaslahatan umat, serta peradaban yang lebih baik. (Nur Salim)















