Ranting-NU-Kebonsari, Sidoarjo – Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Candi gelar Istighosah Kubro di Masjid Al Mubarak RT.01 RW.01 Desa Kebonsari Kecamatan Candi Kabupaten Sidoarjo (Ahad, 4 Agustus 2024).
“Istighosah Kubro’ salah satu kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Candi . Kegiatan ini dilaksanakan sebulan sekali yaitu setiap Ahad Pon dengan lokasi berpindah-pindah dan bergiliran dari 24 Ranting NU se Kecamatan Candi,” ujar Drs. H. Ainur Rofiq selaku Sekretaris MWCNU Candi.

Acara dimulai badha Sholat Subuh dengan diawali Khotmil Qur’an bil Ghoib, setelah sholat duhur karena masih di bulan Muharram, Lembaga Amil Zakat Infaq Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Ranting Kebonsari adakan santunan yatim se Desa Kebonsari sekitar 80 anak dengan memakai seragam baru dari LAZISNU Ranting Kebonsari, santunan ini diberikan kepada anak-anak baik yang bermukim di Panti Asuhan Al Mubarak Kebonsari maupun yang tidak mukim di Panti Asuhan Al Mubarak Kebonsari.
Selesai acara santunan yatim dilanjutkan dengan Pembacaan Istighosah yang dipimpin oleh Drs. KH. Imam Sulthoni Durungbedug selaku Rais Syuriyah MWCNU Candi, dilanjutkan dengan pembacaan kalimat-kalimat thoyibah atau tahlil yang dipimpin oleh H. Sukamto Achmad Rofi’i selaku Rais Syuriyah Ranting NU Kebonsari.
Dilanjutkan kegiatan Ikatan Seni Hadrah Indonesia (ISHARI) dibawah naungan Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (LESBUMI) MWCNU Candi yang diketuai oleh H. Khoiron Sepande. Pada tahun 1959 berdirilah organisasi ISHARI, Ikatan Seni Hadrah Republik Indonesia yang berkantor pusat di Surabaya. Melalui kegiatan-kegiatan ISHARI inilah upaya perlawanan budaya terhadap paham komunisme dilakukan oleh para ulama sekaligus untuk membentengi masyarakat santri dari pengaruh paham komunisme yang disebarkan oleh PKI pada waktu itu.
Setelah ISHARI dilanjutkan sholat Asyar berjamaah yang di imami oleh Kyai Bukhori dari Bligo, dilanjutkan dengan acara inti yang dipandu oleh Drs. H. Ainur Rofiq Karangtanjung selaku Sekretaris MWCNU Candi, acara dimulai dengan menyanyikan lagu Mars Shubbanul Wathon yang dipimpin oleh Gus Yahya dari Ranting Kendalpecabean.
Pada acara Istighosah ini ada beberapa sambutan, sambutan pertama dari Ranting NU Kebonsari yang disampaikan oleh Ustadz Achmad Munir selaku Ketua Ranting NU Kebonsari. “Kami mewakili segenap warga dan pengurus Ranting NU Kebonsari mengucapkan terimakasih kepada pengurus MWCNU Candi yang sudah memberikan kepercayaan kepada kami untuk menjadi tuan rumah acara Istighosah Kubro ini, juga mohon maaf apabila didalam acara Istighosah Kubro ini masih ada kekurangan baik dari sisi penyambutan, tempat, hidangan ataupun lainnya”, katanya.
Sambutan berikutnya dari Ustadz Muhammad Khuzaini selaku Kepala Desa Kebonsari. “Kami mewakili Pemerintah Desa Kebonsari menyambut baik acara Istighosah Kubro ini, Pemerintah Desa Kebonsari selalu bersinergi dengan Ranting NU Kebonsari didalam setiap kegiatan organisasi”, ujarnya.
“Kami mengajak kepada segenap jama’ah yang hadir di acara Istighosah Kubro untuk selalu aktif dan semangat berkhidmat di Jam’iyah Nahdlatul Ulama, saya sendiri di Kebonsari ditunjuk oleh Pengurus Ranting NU Kebonsari sebagai Ketua Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Ranting NU Kebonsari, sekaligus mohon maaf apabila dalam menyambut para tamu undangan masih ada hal-hal yang kurang berkenan di hati para jama’ah”, ungkapnya.
Acara dilanjutkan dengan sambutan dari Dr. H. Mochammad Arwani, M.HI selaku Ketua MWCNU Candi. “Kami ucapkan terima kasih kepada seluruh pengurus dan warga NU Kebonsari yang menjadi tuan rumah acara Istighosah Kubro ini”, katanya.
Dalam kesempatan ini Aba Arwani panggilan akrabnya yang juga merangkap sebagai Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sidoarjo mengatakan, “Sesuai Surat Instruksi dari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sidoarjo Nomor : 808/PC/A.I/L.10/VII/2024 tanggal 17 Juli 2024 perihal Tim Tatakelola Administrasi Nahdlatul Ulama, diharapkan seluruh Ranting NU di MWCNU Candi untuk segera membentuk Tim Tatakelola Administrasi Nahdlatul Ulama”, pintanya.
Istighosah Kubro ditutup dengan ceramah agama yang disampaikan oleh Dr. KH. M. Sholeh Qosim, M.SI. “Marilah kita sebagai warga dan pengurus NU disegala tingkatan untuk senantiasa menjaga muru’ah, marwah NU”, ajaknya.
Juga mengutip Al Qur’an Surat Ali Imran Ayat 5, رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ اِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَّدُنْكَ رَحْمَةًۚ اِنَّكَ اَنْتَ الْوَهَّابُ yang artinya Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami berpaling setelah Engkau berikan petunjuk kepada kami dan anugerahkanlah kepada kami rahmat dari hadirat-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Pemberi”, ungkapnya.
“Jadilah pengurus NU yang baik, betul-betul mengerti akan fungsi dan tugasnya sebagai pengurus NU, jadi Ketua Banom maupun Lembaga cukup sekali saja, meskipun di AD/ART maksimal sampai dua kali, ayo gantian dengan yang lainnya, biar yang lain juga pernah merasakan menduduki kursi yang kita tempati saat ini”, pungkasnya ditutup dengan doa.
Acara Istighosah Kubro MWCNU Candi dihadiri oleh Pengurus MWCNU Candi, Forkopimka Kecamatan Candi, Pengurus Ranting NU se MWCNU Candi, Kepala Desa Kebonsari bersama warga dan Pengurus Ranting NU Kebonsari baik Lembaga dan Badan Otonomnya. (NS/SER)
[Galery Dokumentasi : Folder – Google Drive









































